Phubbing: Perusak Suasana Obrolan
Oleh
: Ivan Surya
Dewasa ini, smartphone sudah
seperti kebutuhan dasar bagi kita manusia modern. Smartphone sangat melekat dalam
kehidupan kita, sedari bangun tidur bahkan masuk ke dalam kamar mandi,
semartphone tidak lupa selalu ada di dalam genggaman. Ketika kita keluar rumah,
hal yang paling utama dicari adalah smartphone, bahkan ketika kita lupa
meninggalkan smartphone di rumah, tak jarang kita Kembali ke rumah untuk
mengambilnya. Kita terlepas dari smartphone hanya ketika tidur,
beribadah, atau smartphone tersebut sedang dilakukan pengisian daya atau
charging.
Kelekatan manusia dengan smartphone-nya
bahkan terlihat ketika sedang bersosialisasi dengan teman. Coba kita perhatikan
saat berada di rumah makan, warung tegal, kafe, warung kopi, hingga di bawah
pohon rindang, di mana ada sekumpulan teman yang seharusnya berbincang, tertawa
bersama, pasti ada saja satu atau dua orang yang terlihat sibuk memainkan smarphone-nya.
Hal ini mempunyai istilah yang disebut sebagai phubbing.
Jadi, sebenarnya apasih phubbing
itu? Secara Bahasa phubbing berasal ada dua suku kata dalam Bahasa
inggris, yaitu phone dan snubbing. Phone sendiri dalam
Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai telepon, sedangkan snubbing
dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai menghina. Jadi dapat disimpulkan
bahwa phubbing memiliki arti sebagai penghinaan terhadap orang ketika
perhatian lebih tertuju pada ponsel dibandingkan lawan bicara. Perilaku
menyebalkan ini sayangnya sudah menjadi fenomena umum dalam melakukan interaksi
sosial. Secara tidak sadar maupun sadar, setiap orang yang memiliki smartphone
pasti pernah melakukan hal tersebut.
Beberapa dari kita mungkin masih
menganggap bahwa phubbing adalah hal yang sepele, namun sebenarnya hal
ini memiliki dampak yang besar bagi hubungan pertemanan. Kualitas obrolan kita
dengan teman menjadi menurun, karena lebih fokus ke handphone
dibandingkan dengan lawan bicara. Informasi yang biasanya didapat ketika
melakukan komunikasi menjadi tidak maksimal, atau bahkan tidak mendapatkan
informasi sama sekali karena terlalu fokus ke dalam memandang layer handphone.
Perilaku phubbing sebenarnya
memiliki dampak yang berkelanjutan, karena korban phubbing merasa
menjadi tidak diperhatikan, tidak didengarkan dan tidak dihiraukan. Hal ini
dapat menyebabkan rusaknya hubungan pertemanan yang sudah terjalin. Namun
pelaku phubbing sendiri pasti memiliki alasan tertentu sebelum
melakukannya, penyebab paling umum adalah tidak suka dengan lawan bicaranya dan
bisa juga karena tidak suka dengan topik obrolan yang diangkat.
Terlepas dari penyebab seseorang
melakukan perilaku phubbing, perilaku ini harus dijauhkan dari kehidupan
kita sehari-hari. Mulailah menghargai lawan bicara, jika ingin dihargai ketika
berbicara. Secara perlahan mulai kurangi menghadap ke layar handphone
ketika memiliki lawan bicara.
0 Komentar